Senin, 27 Februari 2017

budidaya cabai yang menguntungkan


JADWAL PEMUPUKAN Pada Tanaman CABE Yang Baik dan Benar Dari sekian banyak tanaman hortikultura sayur maupun buah-buahan, cabe rawit masih populer dan sering dibudidaya oleh banyak petani di seluruh provinsi di Indonesia. Bukan tanpa alasan, bercocok tanam cabe rawit dan varietas cabe jenis lainnya memang terbukti mampu mendongkrak hasil panen yang lebih menguntungkan bagi petani nusantara.Harga cabe nyaris sangat mahal pada waktu-waktu tertentu, dan harganya stabil dibandingkan dengan produk pertanian lainnya.Terkadang jika harga cabai tinggi petani akan diuntungkan berlipat-lipat ganda.Untuk memperoleh hasil panen dan buah cabe yang banyak, lebat, dan berkualitas, tentu saja ada banyak faktor yang mengiringinya supaya memiliki kriteria demikian. Faktor pemupukan juga memegang peranan penting dalam pertanian budidaya cabe untuk hasil panen yang memuaskan, yakni tanamancabe menjadi subur, tanah/lahan pertanian menjadi gembur dan tercukupi asupan nutisi penting bagi tanaman.Perkebunan Cabe Rawit Jengki Berbuah Lebat Karena Jadwal Pemupukan Yang Benar,
Banyak sedikitnya buah cabe yang dihasilkan juga sangat dipengaruhi oleh faktor pemupukan yang tepat dan terencana, serta disesuaikan dengan umur tanaman, serta kondisi tanah dimana tanaman cabe tersebut ditanam.Berikut ini jadwal pemupukan pada tanaman cabe rawit jengki yang pernah saya lakukan, dan hasilnya memang cukup memuaskan, dimanatanaman cabenya menjadi lebih subur, daunnya hijau-hijau segar, dan menghasilkan buah yang banyak, lebat, dan berkualitas tinggi.

Jadwal 1:Pada jadwal pertama ini, yakni pemberian pupuk organik dari kotoran ayam yang telah dikeringkan/difermentasikan terlebihdahulu. Pemberian pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 1 hari (saat tanam awal).Tujuan pemberian pupuk dari kotoran ayam adalah karena mengandung banyak unsur Phosfat, Magnesium (Mg), dan Nitrogen (N) yang sangat baik untuk meningkatkan laju pertumbuhan danperkembangan pada tanaman cabe. Pada akhirnya, setelah pemberian pupuk, maka batang dan akar tanaman akan menjadi lebih kokoh/kuat, akar primer dan sekundernya akan tumbuh banyak di pusat tanaman tumbuh, serta akan membuat daunnya menjadi lebih hijau dan segar.Faktor unsur nitrogen (N) dari kotoran ternak ayam yang terserap pada tanah justru akan menambah unsur hara pada lapisan tanah tertentu, sehingga akan mampu menyimpan cadangan nutrisi hingga pada tahap tanaman sudah mulai menghasilkan bunga dan buah.
Jadwal 2:Jadwal ke-2 ini diberikan larutan pupuk phonska cair yang dibuat sendiri oleh petani. Untuk pembuatan larutan pupuk phonska cair, silakan dapat mengikuti langkah-langkah berikut:Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska Cair Untuk Tanaman Cabe.Pemberian pupuk phonska cair pada akar akar tanaman cabe terbukti ampuh untuk menghasilkan bunga dan buah cabe yang banyak dan berlimpah. Dan hal ini sudah saya praktekan di kebun cabe rawit saya sendiri. Sekarang giliran anda mencobanya membuat larutan pupuk phonska cair ini.Jadwal pemberian larutan phonska cair ini adalah ketika tanaman sudah berumur sekitar 20 - 25 hari sejak tanam awal. Pastikan anda mengikuti langkah-langkah pembuatan larutan pupuk phonska cair seperti di atas, disitu telah dijelaskan tentang bagaimana cara pemberian/dosis bagi tiap-tiap tanaman cabe yang diberikan phonska cair tersebut.

Jadwal 3:Pada jadwal ke-3 ini, pemberian pupuk pada kotoran sapi/kambing yang telah dikeringkan/difermentasikan terlebih dahulu. Jadwal pemberian yakni pada saat tanaman cabe berumur 40 - 45 hari menjelang tanaman cabe mengalamipembungaan dan menghasilkan buah untuk segera dipanen.Cara pemberian pupuknya yaitu dengan cara memberikan 2 genggam pupuk kandang sapi/kambing (pilih salah satu saja) pada tiap-tiap tanaman. Letakan 2 genggam pupuk kandang tersebut tepat berada pada pusat tumbuh tanaman/di bawah akar tanaman, sembari setelah itu lakukan penyiraman supaya pupuk dapat terserap di dalam tanah.Jika anda memberikan pupuk sesuaijadwal yang telah dijelaskan di atas, saya akan menjamin penuh bahwa tanaman cabe rawit, cabe hijau, dan jenis cabe lainnya akan jauh lebih produktif, dan tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan tanaman yang subur, tanahnya gembur, serta akan menghasilkan buah cabe yang berbuah lebat, buahnya banyak, bunga-bunganya banyak, serta lebih menguntungkan.Sebagai hadiah untuk pembaca semuanya, saya berikan foto-foto dokumentasi dari tanaman cabe rawit jengki yang telah dibudidaya di kebun cabe milik saya sendiri. Silakan tengok foto-foto tanaman cabe jengki yang telah dibudidaya mengikuti 3 jadwal di atas.




Foto 1:Berkat Pupuk Phonska Cair, Cabe Jadi Berbuah Lebat,



Foto 2:Tanaman Cabe Rawit Jengki Berbuah Lebat,


Foto 3:Cabe Jengki Berbuah Lebat,





tadi penjelasan rinci tentang: Jadwal Pemupukan Pada Tanaman Cabe Yang Baik dan Benar, sesuai dengan pengalaman yang telah saya lakukan beberapa tahun untuk mendongkrak hasil panen cabe rawit Yang sukses dan berbuah banyak. Semoga apa yang telah dijelaskan di atas bermanfaat. Salam budidaya pertanian, ayo berkebun.

budidaya jeruk cantik namun menguntungkan


Cara Budidaya Jeruk Nagami Dalam Pot


Cara Budidaya Jeruk Nagami Dalam Pot – Halo sahabat Tani Organik dimanapun berada, semoga tuhan selalu memberikan kesehatan dan berkah untuk usaha kita semua, tanaman yang subur dan hasil panen yang melimpah Amin. Oke untuk tema artikel yang kita akan bahas kali ini adalah tentang cara budidaya jeruk nagami dalam pot. Jeruk nagami sudah kita bahas sebelumnya pada tema Cara Menanam Jeruk Nagami Di Lahan Perkebunan, namun yang membedakan kali ini pembahasannya yaitu menanam dalam media pot/tabulampot. Kebetulan tanaman jeruk nagami ini memang sangat cocok untuk kita jadikan tabulampot. Buah jeruk nagami ini berbentuk cantik, kecil mungil namun bisa dikonsumsi dengan kulitnya. Kenyataannya kulit buah jeruk nagami ini memiliki rasa lebih manis dari daging buahnya. Tanaman jeruk nagami menjadi multiguna, disamping kita nikmati buahnya, juga menjadi tanaman hias di halaman rumah. Sahabat mau mencoba menanamnya? Kita simak dulu langkah-langkah penanamannya dibawah ini..

Cara Budidaya Jeruk Nagami Dalam Pot
                         
1. Pemilihan Bibit Jeruk Nagami

Kebanyakan jeruk nagami ini dibibitkan dari cara okulasi. Sahabat bisa membibitkan sendiri atau jika tidak ingin repot, sahabat bisa membelinya di toko bibit setempat. Pertumbuhan jeruk nagami yang baik difaktori oleh kondisi bibit saat kita tanam, jadi pilihlah bibit yang benar-benar kualitasnya baik seperti sehat dan tidak terserang oleh hama maupun penyakit, berdaun hijau sehat tidak kuning atau layu, berbatang kokoh tidak kurus, percabangan yang rimbun.

2. Menyiapkan Media Tanam

Tahap selanjutnya adalah persiapan media tanamnya. Siapkan wadah/pot ukuran besar dengan lubang pembuangan air dibawahnya berdiameter 60cm atau lebih dan bisa juga dari wadah bekas drum. Kemudian siapkan tanah yang dicampur dengan kompos/pupuk kandang yang sudah difermentasi dengan perbandingan 1:1. Terlebih dahulu, media campuran tanah+kompos/pupuk kandang yang telah disiapkan kita istirahatkan selama 3-5 hari agar media tanam bersih dari bibit hama dan penyakit yang akan menyerang pada tanaman jeruk nagami.

3. Penanaman Bibit Jeruk Nagami

Setelah semuanya siap, kita lanjut pada proses penanaman bibit jeruk nagami dalam pot. Namun sebelumnya plastik polybag pada bibit kita buka terlebih dahulu dengan hati-hati jangan sampai perakaran rusak. Kemudian letakkan bibit jeruk nagami pada pot dengan posisi tegak lurus keatas, jangan sampai miring.

4. Memasukan Campuran Tanah + Kompos Dalam Pot

Kemudian bibit yang telah berada dalam pot segera masukan campuran tanah + kompos yang sudah dipersiapkan tadi. Media diratakan dan padatkan dengan tangan, namun jangan terlalu padat karena akan mengganggu perakaran tanaman. Media tabulampot untuk jeruk nagami ini perlu mencukupi nutrisi bagi pertumbuhan tanaman agar tetap tumbuh optimal, maka kompos/pupuk kandang yang diberikan sebagai penunjang nutrisi tambahan pada tanah.

5. Berikan Penyiraman

Selesai proses penanaman, bisa kita langsung siram. Penyiraman dilakukan pada seluruh tanaman dan media tanam pada pot secukupnya, jangan terlalu banyak cukup air meresap dan lembab. Gunakan embrat untuk proses penyiraman yang maksimal.

6. Pemasangan Ajir

Penanaman dalam pot juga sangat memerlukan pemasangan pada adaptasinya pertumbuhannya. Pemasangan ajir berguna menyokong tanaman agar tanaman lebih kokoh. Membuat ajir sangat gampang bisa kita buat dari bambu yang dibelah menjadi beberapa bagian dengan tinggi disesuaikan dengan bibit.

7. Pemupukan Susulan

Pertumbuhan tanaman yang subur disebabkan dari asupan nutrisi yang tercukupi. Nutrisi dalam media pot ini tidak cukup untuk melengkapi pertumbuhan tanaman. Dari itu pemberian pemupukan yang rutin sangat  Untuk memberikan nutrisi bagi tabulampot, yang sering saya lakukan ialah paduan 1 sdm KOCOR BMW + 1 sdt POC BMW + air 1 liter, dikocorkan pada media tanaman 1 gelas pertanaman. Lakukan pemupukan ini secara rutin 1 bulan sekali.


8. Memacu Pembuahan

Seiring dengan pertumbuhannnya, kita juga perlu mengaplikasikan pemacu produktifitas buah lebih cepat. Aplikasi hormon perangsang buah dapat mempercepat dan melebatkan buah. Aplikasi hormon perangsang buah juga dapat menghasilkan kualitas buah lebih baik, lebih manis dan lebih padat. Hormon perangsang buah yang dapat diaplikasikan adalah POC BMW. Cara aplikasinya tinggal kita semprotkan pada tanaman jeruk nagami dosisnya 2 tutup POC BMW + air 10 liter. Lakukan pemberian hormon perangsang ini dengan interval 2 minggu sekali.

9. Pemeliharaan Lain

Beberapa pemeliharaan berikut juga tidak kalah penting bagi optimalnya pertumbuhan tanaman jeruk nagami seperti penyiraman rutin dilakukan 1-2 kali sehari pagi atau sore hari, membersihkan rumput yang tumbuh pada sekitaran pot, bersihkan daun yang jatuh pada pot yang berakibat mengundang berbagai serangan hama dan penyakit.

10. Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk

Jeruk dalam pot juga bisa terserang hama seperti kutu loncat (diaphorina citri), kutu daun (toxoptera citridus aurantii), ulat peliang daun (phyllocnistis citrella), tungau (eriophyes sheldoni tetranychus sp), penggerek buah (citripestis sagittiferella). Namun kita bisa tanggulangi dengan menyemprotkan Insektisida hayati ANTILAT 4-5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Tidak hanya itu, penyakit juga bisa menyerang jeruk nagami seperti penyakit seperti CVPD, Tristeza, Woody gall (Vein Enation), Blendok, Embun tepung. Jika tanaman jeruk sahabat terjangkit penyakit seperti diatas penanggulangannya bisa dengan menyemprotkan fungisida hayati NOPATEK 4 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Cara Budidaya Jeruk Nagami Dalam Pot, Silahkan jika sahabat ingin memiliki tabulampot jeruk nagami ini, langkah-langkah budidayanya bisa dipraktekan. Insyaalloh tabulampot jeruk nagami bisa tumbuh secara optimal. Semoga sukses..